Contact cleaner PLC dapat digunakan sebagai bahan dari pembersih pada bagian PLC yang memang sesuai untuk dibersihkan. PLC atau Programmable Logic Controller menjadi bagian penting dalam banyak sistem otomasi industri. Komponen ini menerima sinyal, memproses data, lalu mengatur kerja mesin berdasarkan program yang telah dibuat.
Karena bekerja dalam lingkungan industri, PLC dapat terpapar debu, minyak, kelembapan, dan kontaminan lain. Kondisi lingkungan tersebut perlu diperhatikan dalam kegiatan maintenance. Namun, pembersihan PLC tidak boleh dilakukan sembarangan. Jenis cairan, material komponen, kondisi listrik, dan petunjuk produsen harus menjadi pertimbangan sebelum pengaplikasian produk.
Bagi Bapak/Ibu dari bagian engineering, maintenance, produksi, maupun procurement, penggunaan bahan pembersih yang tepat bisa membantu menjaga kondisi peralatan kontrol. Pekerjaan ini juga perlu menjadi bagian dari prosedur maintenance yang aman dan terukur pada Industri Bapak/Ibu.
Contact Cleaner PLC dan Fungsinya
1. Apa itu Pembersih PLC
Pembersih PLC adalah bahan yang digunakan untuk membantu membersihkan kontaminan pada bagian PLC atau komponen pendukungnya yang sesuai dengan karakter produk.
Contact cleaner tertentu dirancang untuk menghilangkan debu, minyak ringan, residu, dan kotoran dari permukaan kontak listrik. Beberapa produk dapat menguap dengan cepat tanpa meninggalkan residu.
Namun, PLC terdiri dari banyak bagian. Sehingga tidak semua bagian bisa diberi cairan secara langsung. Karena itu, Bapak/Ibu perlu untuk membedakan antara area yang memang membutuhkan pembersihan kontak dan bagian lain yang cukup dibersihkan dengan metode yang direkomendasikan produsen.
2. Mengapa PLC Perlu Dirawat
PLC bekerja sebagai bagian dari sistem kontrol dari sebuah Industri maupun komponen mesin. Gangguan pada bagian tertentu dapat menghambat komunikasi atau kendali mesin.
Debu dan kelembapan yang masuk ke area tertentu dapat menjadi kontaminan. Pada sistem yang menggunakan kontak listrik, kontaminasi bisa memberikan pengaruh pada kualitas koneksi.
Karena itu, pemeriksaan kondisi PLC perlu dilakukan secara berkala. Pembersihan bukan satu-satunya pekerjaan. Pemeriksaan koneksi, kondisi fisik, ventilasi, dan lingkungan sekitar juga penting.
3. Fungsi Contact Cleaner Pada Area PLC
Pembersih kontak PLC digunakan untuk menghilangkan kotoran pada permukaan yang aman untuk dibersihkan.
Contact cleaner tertentu memiliki karakter nonkonduktif dan tidak meninggalkan residu setelah menguap. Karakter ini dapat membantu pada pekerjaan pembersihan kontak listrik yang sesuai.
Meski demikian, Bapak/Ibu tidak boleh menganggap kalau semua contact cleaner memiliki karakter yang sama. Ada produk yang aman untuk material tertentu, tetapi tidak sesuai untuk material lainnya.
Karena itu, informasi teknis produk perlu diperiksa sebelum digunakan.
Pembersih PLC untuk Maintenance
1. Periksa Kondisi PLC Sebelum Dibersihkan
Sebelum menggunakan contact cleaner panel kontrol pada area yang berkaitan dengan PLC, teknisi perlu untuk memeriksa kondisi peralatan.
PLC harus berada dalam kondisi yang aman untuk pekerjaan maintenance. Sumber energi perlu diisolasi sesuai prosedur keselamatan perusahaan.
Beberapa contact cleaner memiliki bahan yang mudah terbakar. Produk ini harus digunakan saat peralatan tidak bertegangan dan jauh dari sumber api. CRC juga memberikan instruksi penggunaan pada peralatan elektronik yang sudah tidak dialiri listrik.
Selain itu, teknisi perlu menggunakan alat pelindung diri sesuai informasi keselamatan produk.
2. Periksa Material Komponen
PLC dan sistem kontrol dapat menggunakan berbagai jenis material. Plastik, karet, logam, lapisan pelindung, dan material lainnya dapat memiliki ketahanan kimia yang berbeda.
Karena itu, Bapak/Ibu perlu memeriksa rekomendasi produsen PLC serta TDS dari contact cleaner yang digunakan.
Ada contact cleaner yang memang dirancang supaya aman pada banyak plastik. Namun, ada pula produk yang memiliki batas penggunaan pada material tertentu. CRC, misalnya, mencantumkan beberapa produk yang tidak direkomendasikan untuk jenis plastik tertentu.
Pengujian pada area kecil pun dapat dipertimbangkan jika petunjuk produk memintanya.
3. Arahkan Cairan Pada Area yang Sesuai
Contact cleaner sebaiknya tidak disemprotkan secara bebas ke seluruh bagian PLC.
Teknisi perlu mengetahui bagian yang akan dibersihkan. Jika produk memiliki nozzle presisi, alat tersebut dapat membantu mengarahkan cairan pada area yang lebih kecil.
Penggunaan secukupnya juga membantu mengurangi penyebaran cairan ke bagian yang tidak diperlukan.
Setelah pengaplikasian, berikan waktu agar cairan menguap sesuai petunjuk produk. Beberapa produk industri dapat menguap dengan cepat tanpa meninggalkan residu.
4. Hindari Metode Pembersihan yang Tidak Sesuai
Tidak semua metode pembersihan itu cocok untuk PLC. Bapak/Ibu sebaiknya tidak menggunakan pelarut atau cairan rumah tangga hanya karena mampu menghilangkan kotoran.
Karena itu, metode pembersihan pun harus mengikuti manual peralatan. Jika produsen PLC memberikan prosedur khusus, prosedur tersebut harus menjadi acuan utama.
Maintenance PLC dengan Contact Cleaner
1. Jadwalkan Pemeriksaan Secara Berkala
Maintenance PLC perlu dilakukan berdasarkan kondisi peralatan dan rekomendasi produsen. Frekuensi pemeriksaan bisa menjadi berbeda antara satu lingkungan kerja dan lingkungan lainnya.
PLC yang berada di area dengan banyak debu tentu memiliki kondisi berbeda dari PLC yang ditempatkan di ruang kontrol dengan lingkungan yang lebih bersih.
Bapak/Ibu dapat mempertimbangkan beberapa faktor.
- Kondisi Lingkungan Kerja
- Tingkat Debu dan Kelembapan
- Riwayat Gangguan PLC
- Intensitas Operasi Mesin
- Rekomendasi Produsen
- Hasil Inspeksi Teknisi
Dengan data tersebut, jadwal maintenance dapat dibuat lebih sesuai dengan kondisi aktual.
2. Lakukan Inspeksi Setelah Pembersihan
Setelah proses pembersihan selesai, teknisi juga perlu melakukan pemeriksaan ulang.
Pastikan tidak ada cairan yang tersisa pada area yang tidak seharusnya terkena cairan. Pastikan juga semua bagian berada pada posisi yang benar sebelum PLC kembali digunakan.
Setelah peralatan dinyatakan aman, pengujian fungsi dapat dilakukan sesuai prosedur perusahaan.
Jika PLC masih mengalami gangguan, jangan langsung mengulang penyemprotan. Masalah mungkin bisa saja berasal dari sumber daya, komunikasi, modul, program, koneksi, atau komponen lain dalam sistem.
3. Catat Pekerjaan Maintenance PLC
Pencatatan maintenance membantu perusahaan mengetahui riwayat kondisi PLC.
Data dapat mencakup lokasi PLC, identitas peralatan, tanggal pemeriksaan, kondisi sebelum pembersihan, bahan yang digunakan, dan hasil pemeriksaan setelah pekerjaan.
Catatan tersebut dapat membantu tim engineering menemukan pola gangguan. Data juga dapat digunakan oleh bagian procurement untuk memperkirakan kebutuhan bahan maintenance.
Dengan demikian, penggunaan contact cleaner menjadi lebih terkontrol dan tidak sekadar dilakukan ketika pada saat masalah muncul saja.
4. Pilih Contact Cleaner Berdasarkan Spesifikasi
Pemilihan contact cleaner panel kontrol perlu melihat karakter produk dan kebutuhan peralatan.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan meliputi
- Kecepatan Penguapan
- Ada atau Tidaknya Residu
- Kompatibilitas dengan Material
- Karakter Konduktivitas
- Jenis Kontaminan
- Kondisi Keselamatan Penggunaan
- Petunjuk dari Produsen PLC
CRC memiliki beberapa produk contact cleaner dengan karakter berbeda. Salah satunya memiliki sifat cepat menguap, tidak meninggalkan residu, dan ditujukan untuk kontak serta peralatan elektronik tertentu.
Karena itu, Bapak/Ibu sebaiknya memilih produk berdasarkan data teknis, bukan hanya berdasarkan pada nama atau klaim umum.
5. Jangan Gunakan Contact Cleaner Sebagai Pengganti Perbaikan
Contact cleaner memang dapat membantu proses pembersihan. Namun, cairan ini sebenarnya bukan pengganti pemeriksaan dan perbaikan PLC.
Jika PLC mengalami kerusakan modul, gangguan komunikasi, kerusakan komponen, atau masalah program, pembersihan tidak akan menyelesaikan sumber masalah tersebut.
Teknisi juga perlu menentukan penyebab gangguan terlebih dahulu. Setelah itu, tindakan maintenance dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Pendekatan seperti ini pun membantu mencegah penggunaan bahan kimia secara berulang tanpa hasil yang jelas.
Penutup
Contact cleaner PLC dapat digunakan sebagai bahan pendukung dalam pekerjaan maintenance pada bagian PLC yang sesuai. Cairan ini dapat membantu membersihkan kontaminan tertentu pada permukaan kontak atau area yang memang direkomendasikan untuk dibersihkan.
Bapak/Ibu perlu memperhatikan kondisi PLC, jenis material, karakter contact cleaner, prosedur keselamatan, serta petunjuk produsen. Penggunaan cairan secara langsung pada seluruh bagian PLC juga perlu dihindari jika tidak direkomendasikan.
Hanna Chemindo telah berdiri sejak 2009 di Kota Tegal dan bergerak di bidang industri kimia. Hanna Chemindo menyediakan produk kimia, layanan teknis, monitoring proses, konsultasi penggunaan, serta troubleshooting untuk kebutuhan industri.
Hanna Chemindo menyediakan Electrical Contact Cleaner Flamable yang dapat menjadi salah satu pilihan untuk kebutuhan pembersihan komponen listrik sesuai karakter dan petunjuk penggunaan produk. Bapak/Ibu dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai kebutuhan aplikasi, kondisi peralatan, serta spesifikasi produk.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk kimia dan kebutuhan maintenance industri, Bapak/Ibu dapat mengunjungi HannaChemindo.co.id dan menghubungi Hanna Chemindo.