Apa penyebab belt slip? Masalah belt slip cukup sering terjadi, mungkin juga terjadi di bisnis Anda. Umumnya, slip terjadi karena kurangnya cengkraman antara sabuk transmisi dan roda penggerak mesin.
Akan tetapi, ada beberapa faktor lain yang bisa membuat belt slip. Hal ini harus jadi perhatian khusus buat bisnis Anda, terlebih jika setiap hari produksi dengan belt. Tidak hanya untuk mesin industri berat atau otomotif, belt slip juga bisa terjadi di pemakaian harian juga seperti motor.
Penyebab Belt Slip
Berikut ini beberapa faktor yang bisa buat belt yang ada di mesin Anda jadi slip. Penyebab ini bisa jadi belum Anda sadari selama pemakaian sabuk transmisi.
1. Improper Tension
Salah satu kenapa belt bisa slip adalah karena ketegangan sabuk yang tidak pas. Bisa jadi terlalu kendur sehingga sabuk tidak menempel kuat pada pulley. Hasilnya sabuk dan roda tidak berputar dengan sinkron.
Atau tegangannya terlalu kencang sehingga sabuk terlalu tegang. Memaksa sabuk untuk tegang dalam waktu yang lama bisa membuat sabuk aus lebih cepat. Tidak hanya sabuk, tapi juga bisa sebabkan keausan komponen internal seperti bearing atau bantalan mesin.
2. Terjadi Kontaminasi
Penyebab belt slip lainnya adalah kontaminasi cairan dan debu. Minyak, oli atau cairan pelumas lain, air, hingga tumpukan debu yang masuk ke permukaan belt bisa menurunkan koefisien gesek. Sabuk jadi sangat licin dan risiko slip jadi semakin besar.
Oleh karena itu, kontaminasi bisa dihindari dengan pemeriksaan berkala dan perawatan yang cukup. Dengan begitu belt Anda akan terhindar dari slip dan kerugian yang bisa terjadi karena belt rusak.
3. Keausan
Salah satu yang menjadi sebab dari slip belt adalah keausan komponen. Hal yang harus diperhatikan adalah kondisi sabuk transmisi yang digunakan dan kondisi roda penggerak. Sabuk yang sudah lama digunakan biasanya akan hilang elastisitasnya dan akan muncul retak.
Begitu pula dengan roda penggerak yang sudah aus, halus, atau berkarat tidak akan punya daya cengkram yang optimal. Jadi sabuk tidak bisa ditarik dengan maksimal dan terjadi slip.
4. Penumpukan Material
Salah satu yang jadi penyebab conveyor belt slip adalah sisa material produksi yang sering menempel dan bertumpukan di roda penggerak. Inilah yang menyebabkan permukaan kontak jadi tidak rata, adanya ketidaksejajaran atau misalignment, dan ujungnya jelas akan slip.
Penumpukan material ini harus langsung dihindari agar tidak terjadi berbagai risiko seperti blet yang slip atau bahkan mudah putus.
5. Overload atau Kelebihan Beban
Anda tidak bisa memaksakan mesin untuk bawa beban muatan material yang lebih dari batas kapasitasnya. Pada desain awal jelas sudah ditentukan berapa kapasitasnya, jadi jika overload, risiko belt slip bisa terjadi.
Jika terlalu sering overload pada motor penggerak, maka akan membuat traksi sabuk kalah dan tergelincir. Itulah yang jadi penyebab belt slip yang bisa berisiko pada belt yang cepat aus dan putus.
Tips Cegah Belt Slip
Agar belt mesin bisnis Anda tidak gampang slip, maka Anda perlu melakukan berbagai cara. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi belt slip adalah:
1. Atur Ketegangan Sabuk Transmisi
Lakukan pengecekan ketegangan sabuk secara rutin. Ini jadi hal yang sangat penting bagi pemilik bisnis. Selain untuk mencegah terjadi slip, hal ini juga akan membuat Anda tahu bagaimana kondisi belt dan kapan harus diganti.
Pastikan belt tidak terlalu kendor dan tidak terlalu kencang. Jika bingung dengan tegangannya, Anda bisa mengikuti panduan yang biasanya ada di panduan mesin ketika membeli.
2. Bersihkan Roda Penggerak
Salah satu penyebab belt slip adalah roda penggerak yang kotor. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dan dibersihkan dari debu, oli, atau kotoran lainnya yang menempel. Jika ada bagian yang aus dan rusak juga perlu diperhatikan. Hal ini juga akan berpengaruh pada belt yang akan menempel.
3. Pasang dengan Sejajar
Saat memasang, pastikan posisi pulley sejajar dengan belt. Jika Anda memasang dengan tidak sejajar, maka keausan akan cepat terjadi. Begitu juga dengan risiko slip. Ketelitian sangat dibutuhkan agar bisa mengurangi risiko yang ada.
4. Perawatan Lingkungan Kerja
Tidak hanya fokus pada mesin dan belt, lingkungan kerja juga harus lebih diperhatikan. Mesin yang bekerja di area banyak debu atau lembab, tentunya butuh perawatan tambahan. Contohnya pembersihan debu lebih sering dari lingkungan kerja lainnya.
Contoh lainnya adalah pemasangan pelindung di bagian transmisi agar debu tidak menempel dan menumpuk di pulley. Dengan begitu, kondisi belt akan tetap terjaga.
Penutup
Penyebab belt slip bisa diatasi dengan beberapa tips di atas. Anda tidak perlu khawatir atau bingung jika terjadi slip di sabuk transmisi. Hal yang perlu dilakukan adalah mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya. Jika butuh diganti, maka Hanna Chemindo bisa jadi pilihan tepat.